Thursday, June 10, 2010

D.KONVERSI SISTEM

D. KONVERSI SISTEM BARU.


Konversi adalah proses pengubahan dari sistem lama ke sistem baru.


Empat Metode Konversi Sistem :

1. Konversi Langsung

2. Konversi Paralel

3. Konversi Phase-in

4. Konversi Pilot


D.1. Konversi Langsung.

Adalah pengimplementasian sistem baru. Apabila konversi telah dilakukan maka tidak ada cara untuk kembali ke sistem lama atau pemutusan sistem lama yang disebut cold turkey. Modifikasi terhadap konversi langsyung merupakan konversi uji coba.

Kelebihannya : Biaya konversi relative tidak mahal

Kelemahannya : Mempunyai resiko kegagalan cukup tinggi

Pada kasus peminjaman dan pengembalian buku di perpustakaan SMU2 Rangkasbitung dipilih Konversi Langsung karena sistem baru yang akan diterapkan sudah disesuaikan dengan keadaan yang ada pada SMU2 Rangkasbitung sehingga resiko kegagalan relative kecil dan biaya untuk melakukan konversi ini tidak mahal.


D.2. Konversi Paralel.

Sistem lama dan sistem baru beroperasi secara serentak untuk beberapa periode waktu. Pada konversi ini, output dari masing-masing sistem tersebut dibandingkan, dan perbedaan direkonsiliasi.


Kelebihannya : Pendekatan ini memberikan derajat proteksi ynag tinggi dari kegagalan

sistem yang baru.

Kelemahannya : Biaya besar untuk penduplikasian fasilitas-fasilitas dan biaya personel

yang memelihara sistem rangkap tersebut.

Pada kasus peminjaman dan pengembalian buku di SMU2 Rangkasbitung tidak menggunakan Konversi jenis ini.


D.3. Konversi Phase-in.

Mengsekmentasi sistem. Sistem baru diimplementasikan beberapa kali yang secara perlahan mengganti sistem yang lama. Konversi ini menghindarkan dari resiko yang ditimbulkan oleh konversi langsung dan member waktu yang banyak kepada pemakai untuk mengasililasi perubahan.


Kelebihannya : Kecepatan perubahan dalam organisasi tertentu bisa diminimasi, dan

sumber-sumber pemrosesan data bisa diperoleh sedikit demi sedikit

selama periode waktu yang cukup luas.

Kelemahannya : Biaya yang harus diadakan untuk mengembangkan interface temporer

dengan sistem lama, daya terapnya terbatas, dan terjadi kemunduran

semangat di organisasi karena orang-orang tidak pernah merasa

menyelesaikan sistem.


Pada kasus peminjaman dan pengembalian buku di SMU2 Rangkasbitung tidak menggunakan Konversi jenis ini.


D.4. konversi Pilot.

Mensegmentasi organinisasi yaitu hanya sebagian dari organisasi mencoba mengmbangkan sistem baru. Sebelum sistem baru diimplementasikan ke seluruh organisasi, sistem pilot ini harus membuktikan di tempat pengujian tersebut.

Kelebihannya : Konversi ini sedikit berisiko dibandingkan metode konversi langsung, dan lebih ,urah disbanding metode parallel. Segala kesalahan bisa dilokalisir dan dikoreksi sebelum implementasi lebih jauh dilakukan.

Kelemahannya : Membutuhkan area (sebagian) dari operasi untuk uji coba.

Pada kasus peminjaman dan pengembalian buku di SMU2 Rangkasbitung tidak menggunakan Konversi jenis ini.

3 comments:

  1. http://blogstudent.mb.ipb.ac.id/members/yolivia/
    Nama : Yolivia Astrianiez Seesar

    Terima Kasih,
    Tulisan Saudara dalam blog ini, sangat membantu saya dalam menyelesaikan tugas salah satu mata kuliah saya. selain itu, tulisan Saudara merupakan sumber informasi yang penting bagi saya dalam menambah pengetahuan saya tentang metode-metode dalam konversi sitem.
    Jika diijinkan memberi saran, sebaiknya Saudara menambahkan alasan sebuah perkumpulan/organisasi mengubah sistem informasinya dan adakah kekurangan/kelemahan yang terjadi apabila sistem informasi baru tersebut diterapkan?
    maaf apabila dalam komentar saya ini, ada yang tidak berkenan.

    ReplyDelete
  2. Terima kasih atas infonya gan..

    ReplyDelete